LEMBAGA PERS MAHASISWA

LPM ALIF

STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

CITA-CITA PERADABAN INTELEKTUAL DARI UJUNG TIMUR BANGKALAN - Pimpinan Redaksi

Jika berbicara mahasiswa, mahasiswa adalah mereka yang aksinya selalu mempertimbangkan tanggung jawab pencitraan. Mereka mempertimbangkan citra yang harus dipelihara di pundaknya, apakah sebagai harapan orang tua, pemuda harapan umat, calon intelektual negeri, dan pelanjut generasi bangsa.

Kuliah juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup. Melalui pendidikan tinggi, mereka dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan secara keseluruhan dengan memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keluarga mereka di masa depan.

Salah satu kriteria dari mahasiswa adalah berpikir kritis yaitu kemampuan berpikir logis, rasional dan terstruktur terhadap suatu persoalan atau informasi yang diterima. Keterampilan ini membuatnya mampu mengolah dan memancarkan semua informasi yang diterima dengan jernih dan objektif sehingga dapat memberikan respon yang tepat atas informasi tersebut. Sebab pada esensinya mahasiswa harus memiliki komitmen untuk memahami tanggung jawab utama mereka sebagai pelajar dan agen perubahan sosial melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Namun yang terjadi dilapangan adalah sebagian mahasiswa hilang arah, tak kenal dengan jati diri yang dimiliki, sehingga eksistensi mahasiswa masih abu-abu dan belum memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat maupun lingkungan kampus itu sendiri.

Sebagai agent of change, atau agen perubahan mahasiswa harus kembali membuka cakrawala berpikir mereka menuju ke arah yang lebih baik, bersahabat dengan buku, membangun kompetensi diri, membuka ruang dialektika dan membangun relasi yang produktif hal ini tidak boleh ditinggalkan mengingat kehidupan kampus adalah kehidupan yang multi perspektif.

Dalam diri mahasiswa tidak boleh bersemayam sifat ekslusif yang membuat penjelajahan intelektualnya terbatas karena hal ini cenderug merugikan, sebaliknya mahasiswa inklusif akan jauh lebih produktif dan memiliki visioning yang bagus dalam penjelajahan menjadikan ujung timur Bangkalan sebagai kiblat peradaban intelektual, hal ini merupakan cita-cita besar yang harus direalisasikan oleh golongan cendekia ujung timur Bangkalan, namun dengan adanya fasilitas organisasi yang ada di Stamidiya Bangkalan penulis yakin jika itu dimanfaatkan dengan baik cita-cita peradaban bakalan benar-benar terealisasi, mahasiswa kupu-kupu harus sadar akan identitasnya, mahasiswa kura-kura harus melakukan yang namanya reformasi bukan hanya sekedar rapat membahas sesuatu yang tidak objektif buat ledakan baru yang bisa menimalisir perilaku-perilaku yang unfaedah sudah saatnya keluar dari zona nyaman menuju kiblat peradaban.

Peralihan gaya hidup mahasiswa yang cenderung hedonis adalah hal yang lumrah jika dipandang dari sudut pandang kaca mata zaman hari ini, kehidupan sederhana dan apa adanya sudah mulai ditanggalkan, itu merupakan hal ekstrintik yang menjadikan mahasiswa hari ini memiliki nilai estetik lebih tinggi dibanding era sebelumnya, namun hal instrintiknya juga tidak boleh ditanggalkan untuk menjadi nilai dari manusia yang berlabel mahasiswa.

#Salam mahasiswa

Penulis : Rizal Ulanam (Pimpinan Redaksi LPM Alif STAMIDIYA) 













slot gacor


Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca