Keluarga menurut KBBI ada tiga pengertian pertama keluarga persial yaitu keluarga terdiri atas suami, istri tanpa anak ke dua keluarga batih keluarga yang terdiri atas suami istri dan anak Ke tiga. keluarga besar yaitu keluarga yang terdiri atas dari suami istri anak serta adik kakek ipar, keponakan dna lain sebagainya.
Dalam keluarga, selalu ada yang disebut cinta cinta yang diberikan oleh suami kepada istri, orang tua kepada anak, atau kakek kepada cucunya. Namun, bersikap skeptis terhadap cinta dalam keluarga perlu dilakukan, agar kita dapat mengetahui apakah cinta itu benar-benar ada, atau hanya sekadar ikatan keluarga tanpa makna kasih di dalamnya.
Menurut penulis Cinta adalah sesuatu yang agung. Ia tidak hanya berlandaskan rasa kasih sayang atau rasa kasihan. Walaupun sebagian orang mendeskripsikan cinta adalah sesuatu yang sifatnya sementara hanya bertahan beberapa bulan atau beberapa tahun. Mereka menganggap yang abadi hanyalah kasih sayang dan rasa iba. Kasih sayang dan rasa iba justru bersumber dari cinta, sebab seseorang tidak akan mengasihi atau menyayangi jika tidak ada cinta di dalam hatinya. Janganlah kita terlalu dangkal dalam mendeskripsikan cinta.
Banyak orang keliru memaknai cinta. Misalnya, kaum filsuf naturalis berpendapat bahwa cinta hanyalah bagian dari hasrat biologis alamiah. Padahal, jika cinta hanya dipahami sebatas kebutuhan biologis, maka akan muncul berbagai masalah. Cinta sejati adalah memberi tanpa mengharap imbalan. Ia tidak bisa sepenuhnya dideskripsikan, sebab cinta terlalu agung untuk dibatasi oleh kata-kata.
Apakah cinta dalam keluarga itu benar-benar ada, Apakah cinta suami terhadap istri hanya sebatas kebutuhan biologis, Apakah kakek mencintai cucunya karena ikatan keluarga semata,Dan, apakah jika tidak ada hubungan darah, cinta itu tidak ada?
Ya kan ngapain kita mencintai orang yang bukan termasuk keluarga kita ? Mungkin itu yang sebagian orang pikirkan.
Jika demikian, berarti cinta yang kita miliki bukan cinta sejati, karena cinta sejati tidak memandang latar belakang, tidak membeda-bedakan siapa kita atau siapa mereka. Menurut Gabriel Marcel, cinta membutuhkan kehadiran atau eksistensi. Kehadiran di sini bukan hanya kehadiran fisik, tetapi juga kehadiran batin dan jiwa. Dua individu yang saling mencintai menjadi satu kesatuan yang harmonis, bahkan setelah kematian sekalipun.Cinta yang dimaksud Gabriel Marcel tidak hanya berlaku dalam hubungan dua individu saja, melainkan juga harus dipahami secara lebih luas bahwa cinta sejati bersifat universal, mencakup kehidupan bersama seluruh alam semesta.
Dapat disimpulkan bahwa cinta sejati seharusnya bersifat universal, bukan karena ikatan darah, pernikahan, atau hubungan keluarga lainnya. Jika kita mencintai seseorang hanya karena adanya ikatan, maka cinta itu patut dipertanyakan. Bisa jadi, kasih sayang yang kita terima bukan karena cinta, tetapi karena ikatan yang mengikat. Artinya, tanpa adanya ikatan tersebut, belum tentu seseorang mencintai kita.Maka, disimpulkan bahwa cinta dalam keluarga belum tentu nyata adanya yang sering ada hanyalah ikatan kekeluargaan, bukan cinta sejati yang universal.
Penulis: Raiza
Pimred: M.kholis
Penanggung Jawab: Nur Azizah ( PU LPM ALIF STAMIDIYA)