Tumbuhan tak lagi hijau, sinar mentari tak lagi hangat, tetapi menyengat
Tanah retak menahan dahaga,
angin pun enggan membawa kabar,
burung-burung lupa cara bernyanyi,
hanya debu yang setia berputar.
Tuhan
Kapan hujan akan turun
Mengembalikan senyum hijau tumbuhan
Agar tak hitam kekeringan
Lalu kita menatap langit yang hampa,
tak ada awan, hanya biru yang kejam,
anak-anak menadah tangan ke udara,
menunggu janji yang tak kunjung padam.
Pemandangan pinggir jalan tak lagi sama
Pepohonan kehilangan daunnya
Ranting yang berusaha kuat kini terbakar
Menyisakan abu yang tak berarti
Dan kita masih berdiri di sini,
menjadi saksi yang perlahan mengering,
bukankah kita juga seperti ranting itu?
Kuat di luar, rapuh di dalam, hampir hilang.
Ditempat yang sama kita masih menunggu
Kedatangan mu hujan, yang entah kapan akan datang.
Penulis : Karini
Penanggung Jawab : Nur Azizah ( PU LPM ALIF)