LEMBAGA PERS MAHASISWA

LPM ALIF

STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Lebih Baik Memilih Memaksa atau Membiarkannya?

Aku juga tidak tahu mengapa dirimu berubah, seakan aku begitu salah sampai harus memaksa tiada henti. Kulihat jalan-jalan sangat sepi, bersama hati yang tersayat mati. Dua ratus luka kubawa menyendiri, hingga tak tahu ingin merangkai kata untuk diriku sendiri.

Heningnya malam yang begitu sunyi,awan gelap seperti kehidupanku. Bintang-bintang berjejer begitu indah, seperti bayangan harapanku. Kini aku tidak tahu harus apa, walau ingin sekali hati ini tercurah dengan jelas sebagai bukti sampai kapan harus seperti ini.

Sungguh dunia ini terasa sangat gersang, seperti hidup tanpa arah, berjalan tanpa tujuan, tanpa tempat singgah yang seharusnya. Hidup terasa begitu sulit bagi orang yang tak punya arah.

Tanganku gemetar, tak kuasa memegang apa pun. Mata ini memerah, meratapi kenyataan yang begitu pahit, sepahit harapanku kepadanya.Air mataku mengalir deras tiada henti, mengenang seribu impian yang telah terhapus.

Bibirku bungkam, tak mampu mengucapkan kata-kata, seakan tahu betapa itu menyiksaku. Telingaku terasa tuli dari semua suara yang terucap,

bahkan satu huruf pun tak terdengar jelas. Nadiku seakan berhenti begitu cepat, karena tak kuasa menahan kekecewaan. Aku kecewa, namun tak mampu menjabarkannya secara langsung.

Mungkin semua ini adalah balasan dari yang telah diperbuat. Akan kubawa kekecewaan ini sampai waktu tak lagi ada. Kabarmu bagaikan asap tanpa arah, aku merindukanmu.


Penulis : Khoirimah

Pimred: Moh. Kholis

Penanggung Jawab: Nur Azizah( PU LPM ALIF)

Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca