Agustus 2025
Suara pekik merdeka yang kini tenggelam dalam riuh simphoni malam...
Selembar kabar melayang-layang...
Mengatakan keadilan itu hanyalah sebuah angan..
Mereka datang dengan dada terbakar...
Menuntut janji dengan suara serak berbaur..
Sementara dalam riuh,,
Tawa itu membahana sembari meneguk anggur..
menari diatas bara..menanam benci diladang kasih,hingga hilang menjadi buih...
Namun sayang...telinga itu tuli,,mulut itu pura-pura bisu,,
Tangan itu buntung,,dan mata itu mendadak buta..
Tak peduli pada pekik yang meledak,,
Langit meremas warna merah menjadi hitam pekat,
Pekik riuh diseret ke jurang bisu,
Hanya bayang api yang berkedip di antara reruntuhan janji,
Menjadi saksi kota yang tertidur dalam ketakutan sendiri.
Bayang kebenaran terhapus senja..
Mereka yang berjuang, hanya mendapat luka
Sementera yang berkuasa, terus menikmati tahta..
Penulis : Nada Nabila
Penanggung Jawab : PU LPM ALIF STAMIDIYA