LEMBAGA PERS MAHASISWA

LPM ALIF

STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

120 Days With You


Brak....bunyi hantaman dari arah yang berlawanan berhasil mengalihkan fokus pengendara lain di sore tersebut " Mass..."Sebelum akhirnya pemilik mata bulat itu kehilangan kesadarannya.

Aktifitas pagi ini nampak berbeda dari biasanya, sepasang pasutri sedang bersiap hendak menghadiri acara wisuda kelulusan Sahabat mereka berdua. "Sudah siap?" Tanya Rizky Sambil mengaitkan kancing bajunya " Sudah mas, bagaimana penampilanku,Cantik.?" Sambil membalikkan badannya Yuyun bertanya dengan senyum manisnya." Selalu cantik" ucap Rizky seraya mengecup kening istri tercintanya.

Perpaduan batik dan brukat burqund yang yang sangat cocok menyempurnakan kemanisan pasangan suami istri tersebut.

" Senyummm yang manis,krek krek krek" fotografer mengarahkan. " Happy graduation bestii, akhirnya lulus juga besti akohh" ucapan selamat atas kelulusan tersebut menjadi perbincangan hangat sebelum beberapa menit kemudian pamit pulang.

Ditengah kesibukannya kota yang bising dengan suara kendaraan yang berlalu lalang, awan gelap disertai angin Sepoi sepoi menjadi bertanda bahwa hari sudah mulai gelap bersiap berganti malam.

Dengan kecepatan di atas rata rata Rizky menancapkan gas motor nya dengan sedikit terburu buru mengingat waktu sudah agak petang dan awan gelap yang menandakan sebentar lagi akan turun hujan. Brak bunyi hantaman dua kendaraan saling bertabrakan dari dua arah yang berlawanan, mengalihkan fokus pengendara lain pada kejadian tersebut. Rizky dan Yuyun harus mengalami hal mengerikan disore itu, Rizky yang tidak jauh terjatuh dari kejadian tersebut harus merasakan lindasan mobil di atas badannya yang mengakibatkan ia kehilangan kesadarannya, sedangkan Yuyun terpental jauh menghantam tembok penghalang dipinggir jalan sana dengan kejauhan setengah meter dari tempat kejadian. Darah yang tidak berhenti bercucuran,tulang yang terasa remuk,mata yang sulit untuk tetap terbuka " Mass" panggil nya lirih dengan setengah kesadaran sebelumnya akhirnya ia kehilangan kesadarannya bertepatan dengan polisi dan ambulance yang datang menghampirinya.

Ruangan bernuansa putih terang dilengkapi dengan alat medis yang bahkan tak seorangpun ingin merasakan dipasang alat tersebut, nampak Yuyun tak sadarkan diri dari kecelakaan 3 jam lalu yang dia alami, Ramai, namun Tidak ada suara yang terdengar hanya tangis yang menyayat hati. 

beberapa hari kemudian ....

ketika senja di ufuk barat sudah memancar pesona keindahan,Mata bulat dengan bulu mata lentik perlahan mulai membuka secara perlahan,bibir pucat " Mass"

Semua mata teralihkan diruangan tersebut ketika sedikit samar mendengar suara yang beberapa hari ini mereka rindukan " Nak, Alhamdulillah kamu sudah sadar" ucap mama Sinta berbinar melihat anaknya sadar dari koma,disusul dengan papanya yang berlari memanggil dokter.

" Dinding pembatas jalan yang pasien hatam terbilang sangat keras hingga menyebabkan patah tulang di punggung bagian kanan dan kaki bagian kiri, untuk beberapa waktu kedepan pasien harus memakai kursi roda." ucap Dokter. 

sedangkan di Unit gawat darurat (UGD) Rizky yang masih menutup matanya, dengan peralatan medis yang terus bekerja mengupayakan kesembuhan nya.

Yuyun, yang baru beberapa saat sadar dari tidur panjangnya beranjak turun hendak menghampiri suaminya meskipun dalam keadaan lemah namun Yuyun terus memaksa kepada mama nya agar dipertemukan dengan suaminya,detik berikutnya yuyun harus menelan kembali pahitnya kenyataan ketika suami yang sangat ia cinta berbaring lemah dengan banyaknya alat medis yang terpasang ditubuhnya, Yuyun yang hanya bisa menatap suaminya dibalik jendela UGD merasa sangat terpukul atas musibah yang menimpa mereka berdua,Melihat Lelaki yang dicintai berbaring lemah melawan antara hidup dan mati.

 Mesin pendeteksi jantung berbunyi dengan sangat nyaring,dari arah yang berlawanan dokter dan suster terlihat terburu buru memasuki ruangan tersebut. Dokter terus memeriksa keadaan pasien sedangkan suster terus bergerak memastikan alat tersebut berjalan dengan baik,hingga akhirnya alat pendeteksi jantung berhenti berbunyi menandakan bahwa pasien telah kembali kepangkuan ilahi" innalilahi wa rojiun, berpulang jam 17:25 WIB" suster mencatat dengan cepat disusul dengan melepaskan peralatan yang melekat pada tubuh pasien.

Deg. seketika Yuyun merasa dunianya runtuh, lelaki yang dicintainya kembali kepangkuan ilahi disaat dirinya belum sempat menyapa," masss bangun mass," isaknya mengguncang tubuh kaku suaminya, sebelum akhirnya kesadaran kembali hilang.

Hujan terus saja berjatuhan SE akan turut berdukacita atas apa yang terjadi, proses pemakaman yang baru saja dilakukan dengan diiringi Isak tangis keluarga dipimpinan oleh kyai setempat membacakan doa untuk almarhum. 

Yuyun diam termenung,memeluk erat nisan suaminya,ia tidak menangis melainkan air matanya sudah kering,Pisau tajam terasa sangat menyayat hati juga batinnya,ia merasa terguncang atas semua yang terjadi. "Mass kenapa seperti ini,bangun adek butuh kamu mas,adek mohon bangun mas" ucapnya lirih hampir tidak terdengar.

Mama berserta mertuanya yang berada didekatnya tetap berusaha menguatkan Yuyun, Menyakinkan bahwa semua yang terjadi memang takdir yang sudah Alloh tulis dengan sebaik baiknya.

          Cinta kita tidak kalah mas,akan selalu dan tetap abadi dalam hati adek,tidurlah dengan tenang hingga nanti kita bisa bersama kembali dengan cinta yang lebih besar lagi.

 Adek tau bahwa setiap orang ada masanya, terimakasih untuk semua yang mas berikan.Waktu bersamamu lah yang terbaik.


Penulis: Nur santi

Pimred: moh. Kholis

Penanggung jawab : Nur Azizah ( PU LPM ALIF)

Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca