LEMBAGA PERS MAHASISWA

LPM ALIF

STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Janji Acing di Hutan Terlarang


Di sebuah desa kecil, ada anak bernama Acingg yang punya kemampuan menebas pohon dengan satu ayunan. 

Suatu hari, dia mendengar ada hutan yang sangat banyak pohonnya, lalu Acingg pergi mencari hutan tersebut dan dia sedang berada dalam bahaya, karena didalam hutan itu ada penunggunya yaitu Gendruwo. 

Dan di pertengahan jalan menuju hutan tersebut Acingg berkata, "Saya harus bisa memotong semua pohon yang ada di hutan itu! "

Berbagai macam rintangan, usaha, kesabaran yang telah di lakuin, akhirnya Acingg sampai pada hutan tersebut, yang mana suasana di hutan itu sangatlah seram, pohon-pohon sangat tinggi menjulang dan di iringi dengan suara burung hantu di kegelapan malam saat itu, yang membuat  ragu dalam hati si Acingg. 

Tapi dia tidak pantang menyerah meskipun dia selalu dihantui rasa takut, satu demi satu pohon telah di potong olehnya, 1 jam telah berlalu di Kala itu Acingg mendengar ad sebuah bisikan yang dekat dengan kuping Acing, "Hentikan pemotongan pohon di wilayah ku".

Kemudian Acingg kaget dan takut dengan adanya bisikan tersebut dan bisikan itu terdengar Tiga kali di telinganya yang membuat dia berhenti dan melihat ke sekeliling nya. 


Saat dia ketakutan, terdengar ada orang yang minta tolong dari balik semak semak yang ada di belakangnya" Tolong...... Tolong..... ". Lalu Acingg mendekati semak-semak itu dengan tangan gemetaran sambil pegang kapak yang dia bawanya, seketika itu muncullah makhluk dengan seluruh badan penuh bulu-bulu panjang dan matanya merah serta kukunya panjang dan hitam.


Sedikit demi sedikit makhluk itu mendekati Acingg dengan tangan yang siap men cengkram wajah Acingg, yang mana posisi Acingg sudah tidak bisa bergerak dan dia menangis dan sambil minta tolong di lepaskan dan berjanji akan menanam pohon di tempat yang telah dia tebang,dan makhluk tersebut melepaskan Acingg dengan syarat pohon yang di tebang di tanami lagi. 

Si Acingg pun pulang dan merasa jera dengan memotong pohon sembarangan.




Penulis : Afifuddin


Pimred: NA


Penanggung jawab : PU LPM ALIF STAMIDIYA

Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca