Kerusakan jalan di sekitar STAI AL HAMIDIYAH, menuju Bungkak bukan lagi hal baru. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama justru berubah menjadi hambatan bagi masyarakat. Lubang dan permukaan yang tidak rata menjadi ancaman bagi para pengendara setiap harinya.
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, peran pemerintah justru terasa minim. Alih-alih menunggu perbaikan yang tak kunjung datang, masyarakat memilih bergerak sendiri. Dengan cara swadaya, mereka memperbaiki jalan yang semestinya menjadi tanggung jawab pihak berwenang.
Di bawah terik matahari, warga berdiri di pinggir jalan, menadahkan kardus untuk meminta sumbangan dari pengguna jalan. Bukan sekadar aksi, ini adalah bentuk keputusasaan sekaligus kepedulian. Dana yang terkumpul memang tidak besar, namun semangat gotong royong mereka jauh lebih bernilai.
Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Janji kesejahteraan seharusnya tidak berhenti pada kata-kata, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata. Jika masyarakat sudah turun tangan memperbaiki fasilitas umum, lalu di mana peran negara?
Penulis: Karini
Pimred: Moh. Kholis
Penanggung Jawab: Nur Azizah( PU LPM ALIF)