malam sunyi yang semakin larut,tampak seorang gadis duduk menikmati hembusan angin malam. udara terasa redup dan dingin tidak membuat nya ingin beranjak pergi.
Zia,nama yang akrab disapa.rupanya dia sedang menatap indah ciptaan tuhan diatas sana,sinar rembulan serta Kilauan atmosfer yang menjadikan nya betah berlama lama memandangi ciptaan Tuhan, perlahan mata indah itu terpenjam, menikmati hembusan angin yang menyapa wajah cantiknya.
Dalam pejaman mata dan kepala yang berisik, Zia bergumam" bagaimana Mana ini tuhan?sanggup kah gadis kecil ini bertahan hingga akhir?sedangkan keadaan seolah tak pernah berpihak padaku.
"Zia... sedang apa disitu?"
Suara lembut ibu terdengar dari belakang membuyarkan lamunanku. "Tidak, hanya duduk saja" jawabku mencoba tenang .
Langkah kaki terdengar mendekati tempat yang ku duduki, " ibu tau kamu sedang memikirkan sesuatu, apa kiranya yang menganggu fikiran putri kecil ibu,hm?"
Sekilas aku tatap wajah cantiknya yang tidak direngut oleh bertambahnya usia. "Tidak ibu,aku hanya memandangi langit diatas sana, langit malam ini terlihat sangat cantik,indah sekali bukan?!" Ucap Zia mengelak. " Hm,,,,Zia benar, tampak sangat indah. Ibarat seseorang yang tidak tampak ragu akan kekuatan dirinya,dia bersinar tanpa takut ada orang lain yang merasa terganggu,karna dia percaya bahwa dirinya memiliki potensi besar untuk terus bersinar, tanpa merugikan orang disekitarnya." Ucapnya tersenyum lembut.
Bak bunga ditanah gersang yang hampir mati,setetes air itu kembali memberikan kesegaran pada bunga yang hampir putus asa akan takdir hidupnya .
"Ibu benar, aku memiliki potensi besar,lalu kenapa aku harus takut pada apa yang belum tentu terjadi padaku" gumamku seraya menyakinkan diri sendiri.
Penulis: Nur Santi
Pimred: NA
Disegn: afifuddin
Penanggung jawab : PU LPM ALIF STAMIDIYA