Keluar dari ruangan kelas, saya disergap udara berwarna abu-abu. Terik matahari yang panas menunjukkan jam satu siang, menciptakan fatamorgana air di kejauahan.hembusan angin menerbangkan debu dan serpihan tanah kering. Saya menyipitkan mata, karena beberapa kali kelilipan. Dari celah mata, saya bisa melihat hamparan dataran tandus, pohon-pohon meranggas, kering dan daun-daun berjatuhan dari tangkainya, kemudian gedung-gedung terlihat kusam dan cat-catnya telah mengelupas, barang kali karena terlalu lamanya terpanggang cuaca panas matahari. Dengan langkah tetap, saya menyusuri jalan yang gersang dan di ikuti suara mahasiswanya-mahasiswi. Deru sepeda motor terdengar di sana sini. Mereka sama sepertiku baru saja keluar dari ruangan kelas. Sampai di tempat yang saya tuju, saya menghentikan langkah, mata saya tertuju pada sepasang spanduk yang berdiri tegap di tembok gedung kampusku, seolah-olah sebagai patung reco gladak. Disana tertulis peraturan-peraturan yang harus di ikuti oleh mahasiswa, dikatakan bahwa mahasiswa dilarang memakai jilbab pendek, baju ketat dan lain sebagainya. Tawa mendesis keluar dari celah celah bibirku. Saya meneruskan langkah memasuki TU fakultas. Saya hendak mengurus nilai-nilai ujianku yang belum keluar. Saya heran. Seinget saya, saya selalu disiplin dan selalu ikuti peraturan dan ujian telah saya lalui. Dalam hati sebenarnya saya merasa enggan berurusan dengan TU fakultas. Petugas petugasnya entah mengapa seringkali ketus dan bermuka masam saat melayani mahasiswa. Hei, bukan kah mereka ada untuk melani mahasiswa. Saya teringat saat hendak meminjam laptop guna presentasi. Dengan halus saya berkata kepada petugas tersebut, "Bu, saya mau pinjam laptop. "Karena petugas itu diam saja, saya mengulangi kata-kata itu lagi. Namun petugas itu tetap diam saja, wajahnya ditekuk sambil terus mengetik. Saya kira petugas itu sudah mendengar tapi dia mungkin sedang malas, sehingga saya bertanya, "Boleh tida, bu? "Petugas perempuan itu mengangkat wajahnya dan tanpa saya duga, dia malah mengonggong,. "Bukan boleh atau tidak! Tapi ada atau tidak! Bodoh! " serunya sambil melototin matanya yang belom kepada saya. Saya amat tersinggung oleh kalimat tersebut, tapi saya diam saja. Lalu saya keluar dengan perasaan sangat kecewa dengan perkataan yang di lontarkan petugas tersebut. Dan setelah saya ingat hal itu, saya mengurungkan niat ku yang ingin berurusan dengat orang orang yang ada di dalam TU fakultas tersebut.
"APAKAH PANTAS BAGI SEORANG YANG DISURUH MELAYANI KITA NAMUN TIDAK SESUAI DENGAN NAMA PELAYAN ITU SENDIRI"
Penulis : Afifuddin
Penanggung Jawab : PU LPM ALIF STAMIDIYA