LEMBAGA PERS MAHASISWA

LPM ALIF

STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Cita - Cita dan Kesucian Yang Terenggut

Di sebuah pesantren yang terletak di pedesaan, ada seorang lora yang sangat dihormati oleh masyarakat. Lora tersebut dikenal sebagai seorang yang alim dan memiliki pengetahuan agama yang luas. Namun, dibalik kesalehannya, lora tersebut memiliki nafsu yang tidak terkendali.

Lora tersebut telah lama melakukan perbuatan yang tidak pantas dengan beberapa santriwati di pesantren. Ia menggunakan kekuasaan dan posisinya untuk memanipulasi dan memanfaatkan para santriwati yang masih muda dan tidak berpengalaman.

Salah satu santriwati yang menjadi korban adalah seorang gadis muda yang bernama Aisyah. Aisyah adalah seorang gadis yang sangat beriman dan memiliki cita-cita tinggi. Ia ingin menjadi seorang ustadzah dan mengabdikan hidupnya untuk agama.

Lora tersebut mulai mendekati Aisyah dan memberinya perhatian khusus. Ia memberikan Aisyah buku-buku agama dan mengajaknya berbicara tentang agama. Aisyah merasa sangat bahagia dan percaya bahwa lora tersebut adalah seorang yang baik.

Namun, perlahan-lahan lora tersebut mulai menunjukkan sifat aslinya. Ia mulai melakukan sentuhan-sentuhan yang tidak pantas dan membuat Aisyah merasa tidak nyaman. Aisyah mencoba untuk menghindari lora tersebut, tetapi ia tidak bisa. Lora tersebut terus-menerus mengajaknya berbicara dan memberinya perhatian.

Suatu malam, lora tersebut memanggil Aisyah ke ruangannya. Aisyah merasa takut, tetapi ia tidak bisa menolak. Lora tersebut kemudian melakukan perbuatan yang tidak pantas dengan Aisyah. Aisyah merasa sangat sakit dan tidak bisa berbicara.

Setelah kejadian itu, Aisyah menjadi sangat depresi dan tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Ia merasa bahwa hidupnya telah hancur dan bahwa ia tidak bisa lagi menjadi seorang ustadzah.

Lora tersebut terus melakukan perbuatan yang tidak pantas dengan santriwati lainnya. Namun, akhirnya kebenaran terungkap dan lora tersebut dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Aisyah kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya dan menjadi seorang ustadzah. Ia ingin membuktikan bahwa ia masih bisa menjadi orang yang baik dan bahwa ia tidak akan membiarkan perbuatan lora tersebut menghancurkan hidupnya.


Penulis : Aktifis Pinggiran

Pimred: M. Kholis

Penanggung Jawab: Nur Azizah ( LPM ALIF ) 

Tulisan Populer
Tulisan Terbaru
Tulisan Terbaca